Senin, 04 April 2011

UPP UAD IMM Cabang Djazman Al-Kindi Menjadi Andalan


UPP UAD IMM Cabang Djazman Al-Kindi Menjadi Andalan
Ahad lalu, 20 Maret 2011, 09:00 WIB acara pelantikan Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) IMM Cabang Djazman Al-Kindi (Dzaki) dimulai, acara tersebut sempat tertunda beberapa menit dari jadwal yang telah di tentukan yang semula mulai pada pukul 08:00 WIB. Pembukaan dengan “Basmallah” dilanjutkan kalam Illahi itulah sedikit tradisi yang biasanya dilakukan oleh kader-kader IMM. Pembacaan surat keputusan oleh sekertaris cabang sendiri, IMMawan Farid Zuhdi (prodi farmasi 2007). Sedangakan pembacaan ikrar dipimpin langsung oleh ketua cabang Djazman Al-Kindi, Erizal bin Irfan ( prodi tafsir hadis 2007) diikuti para anggota UPP terpilih, Korkom ( koordinator komisariat) UAD dan Nyi Walidah Institute ( NWI). Acara pelantikan ini turut dihadiri beberapa para undangan selain komisariat yang berada di UAD-PMY, baik di dalam KBM ( Keluarga Besar Mahasiswa) UAD (DPM, BEM, UKM, LIM) maupun dari Wakil Rektor III UAD (Drs. H. Muchlas, M.T), MPM ( Nugroho N.S, S.IP), DPD dan Cabang A.R Fachrudin (UMY), hadir pula demisioner NWI.  Suasana khidmat nan bersahaja, karena para tamu undangan mengikuti dengan seksama. Ketika ikrar akan di bacakan, para tamu undangan di minta untuk berdiri, setelah itu mengucapkan selamat kepada para anggota UPP UAD periode 2010-2011. Walaupun dalam struktur kepengurusan UPP Dzaki pada periode ini sedikit inovatif dari pada periode-periode sebelumnya, mudah-mudahan betul-betul dapat bermanfaat bagi kemaslahatan komisariat-komisariat IMM UAD, yang mana insan-insan yang terpilih tersebut sesuai harapan bersama
Acara selanjutnya dilanjutkan sambutan-sambutan. Yang pertama oleh Ketua Korkom, yaitu IMMawan Purnomo Aji Mahmud, dia mengatakan bahwa saling kerja sama dan tetap membangun komunikasi yang intens. Sehingga apa yang telah di perjuangkan oleh pendiri Muhammadiyah (alm K.H.A. Dahlan) itu harus betul-betul di ketahui oleh para kader IMM dan di refleksikan dengan perbuatan amaliah yang ilmiah (dan sebaliknya). Seperti dalam Tipologi IMM sendiri, demi mewujudkan, meluruskan dan menegakkannya lagi dalam perjuangan Beliau, yang membawa islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah sendiri merupakan gerakan islam pembaharuan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, jadi diharapkan para kader-kader IMM nantinya dapat menjadi penerus bapak-bapak yang berada di pimpinan Muhammadiyah, dan untuk IMMawatinya di Aisyiyah. Kemudian mahasiswa prodi pendidikan matematika 2007 ini juga meminta kepada Erizal bin Irfan (dkk, pimpinan cabang Dzaki ) untuk selalu membimbing dan memantau mereka (korkom dan komisariat) agar para kader tidak merasa di telantarkan. Sebagai demisioner Pimpinan Komisariat MIPA/JP MIPA periode 2009-2010, sebagai kalimat penutupnya Ia juga mengingatkan bagi dirinya sendiri khususnya, dan bagi IMMawan dan IMMawati pada umumnya mengenai pesan “sang pencerah”, “…jangan mencari kehidupan di Muhammadiyah, tapi berikanlah hidupmu pada Muhammadiyah…”. Sambutan kedua oleh ketua NWI, IMMawan Rhama Efendy. Yang mana awal kata sambutannya turut menyontak dan membuat para tamu hadirin terpana diam terkejut, tak terkecuali pak Muchlas. “salam revolusi!!!.......mengapa peran wanita dalam kehidupan sosial sering di abaikan dan tak dianggap (remeh) oleh sebagian orang? ……Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, untuk itu NWI itu ada, mudah-mudahan dapat memperjuangkan pemberdayaan kaum wanita berbasis gender  yang terlewatkan…..Kita (IMMawan) juga tak kalah cantik….”, ujar mahasiswa yang juga disibukkan dengan penulisan skripsi dari prodi farmasi itu selain kini menjabat wakil presiden mahasiswa UAD dalam kabinet Lentera , sontak para hadirin riuh tertawa, bahkan ada yang terkagum-kagum dan bingung. Ia juga menyanjungi dan menghargai atas keberadaannya IMMawati dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, yang mana dengan keberadaan mereka begitu berarti didalam menggerakkan pergerakkan revolusi, dan sering di katakan sebagai “indahnya bunga-bunga revolusi”. Keberadaan IMMawati dalam ikatan memang tak bisa di pungiri begitu saja, dan tak bisa terlewatkan begitu percuma, semoga dengan adanya salah satu faktor ini dapat me”masiv”kan ikatan ini.
Dari Warek ( wakil rektor) III sendiri turut bersyukur bangga dan menaruh besar harapan kepada UPP (korkom_red) yang baru usai dilantik ini, untuk dapat lebih erat menjalin komunikasi dengan pihak rektorat dan komisariat. Dengan harapannya IMMawan dan IMMawati dapat menjadi penerus para pimpinan-pimpinan Muhammadiyah dan Asyiyah. Beliau sempat juga berterimakasih atas sumbangan tenaga, fikiran, yang selama ini di laksanakan  dengan penuh ke ikhlasan semoga dapat menjadi amal ibadah, dan memuji sedikit banyak mengenai perjuangan Korkom periode yang lalu (Erizal bin Irfan, dkk) terutama dalam membina hubungan tingkat Universitas, beliau juga menambahkan sekaligus menyampaikan pesan dari Pimpinan Hizbul Wathan (HW), agar HW dapat di adakan dan digerakkan oleh Korkom ke dalam Universitas Ahmad Dahlan ini, supaya generasi muda yang intelek turut memperjuangkan HW yang mana itu merupakan langkah K.H.A Dahlan (alm) mengenalkan gerakan kepanduan dalam Muhammadiyah. Mudah-mudahan itu dapat dan ada yang memperjuangkannya di UAD, sebagai ortom. “….jadi, para kader itu tak perlu khawatir soal pendanaan mahasiswa…..IMM itu merupakan anak kandung kami, jadi tak mungkinlah ayah melupakan dan meninggalkan anak kandungnya…ya sedapat mungkin akan kami usahakan ketimbang ormawa-ormawa KBM….”, itu merupakan pernyataan beliau terhadap persoalan pendanaan kegiatan kemahasiswaan yang akan diusahakan untuk para kader. Yang mana persoalan dana, biasanya menjadi momok tersendiri dikalanagan mahasiswa dalam kegiatan yang akan diadakan. Saya juga mengharapkan kader-kader IMM dapat bersaing mengikuti semboyannya (…berlomba-lomba dalam kebaikan…),  baik dalam hal ilmiah, keagamaan, maupun kemasyarakatan dengan penuh semangat dan ikhlas tentunya.
Sambutan berikutnya di sampaikan oleh pimpinan cabang Djazman Al-kindi, Erizal bin Irfan. Yang mana isi sambutannya tentang rencana pelebaran wilayah cabang Djazman Al-kindi, yakni penambahan komisariat selain Universitas Ahmad Dahlan dan Politeknik Muhammadiyah Yogyakarta. Universitas-universitas lain yang rencananya akan bergabung Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dalam cakupan cabang Djazman Al-kindi, yakni daerah sekitar Kota Yogyakarta saja. Antara lain Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Universitas Sarajanawiyata Tamansiswa (UST), dan lain-lain. Dengan harpannya IMM itu dapat menjadi gerakan mahasiswa yang berbasis Kemuhammadiyahan, Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, amal yang ilmiah, ilmiah beramal.
Seperti yang di katakana oleh MC, “………acara sakral pelantikan ini, hadirin di persilahkan berdiri….” Ujar MC. “….jangan sekali-kali meninggalkan sejarah….”, ujar mas Nugie, sapaan akrab Nugroho N.S, S.IP mengingatkan. Apa yang Ia saksikan sekarang tak seperti Ia mengikuti acara pelantikan sebelumnya yang pernah ia saksikan pada era-nya dulu. Karena yang menggunakan Jas Merah (dalam arti sebenarnya) hanya Pimpinan Cabang Dzaki, yang lain tidak (termasuk yang dilantik), semua mengenakan baju batik. Itu menimbulkan tanda tanya pada dirinya, terhadap ucapan yang di keluarkan oleh MC tadi, karena tak paham dari kata “sakral” yang dimaksudkan tadi. Namun bukan itu yang menjadi tema pokok tau’syiah yang akan Ia sampaikan. Tau’syiah yang Ia sampaikan mengikuti ala Buya Syafii Ma’rif yang menggunakan teks book (selebaran_red), yang mana tujuannya adalah setelah mendengar secara lisan dari apa yang Ia utarakan dapat diulangi, di baca lagi dengan sendiri agar maksud dan tujuan betul-betul dipahami. Dengan semangat mudanya, berapi-api, bak seorang orator, mas Nugie menyampaikan betul-betul membuat audien terdiam 1000 bahasa. Perlu diketahui juga, mas Nugie merupakan kader termuda dalam Majelis Perkaderan Muhammadiyah, yang kini Ia melanjutkan studi di UMY jurusan Hubungan Internasional (Diplomat_red), jadi wajar bila Ia menyampaikan seperti itu. Sebenarnya bukan Ia yang menyampaikan tau’syiah pada acara pelantikan ini, namun ada ketua MPM-lah (pimpinan) yang lebih pantas, tetapi semuanya sedang ada keperluan yang mendesak, maka Ia lah yang mengisi tau’syiah pelantikan UPP Dzaki. Ia menganggap sebagai kader termuda yang patuh pada pimpinan dalam kepengurusan MPM, dan demi kader-kader muda lainnya maka Ia yang membakar glora muda di dalam ruang auditorium kampus 3 UAD kala pagi itu. Supaya kader IMM tetap bersemangat dalam berorganisasi Muhammadiyah, dan terus mengembangkan potensi yang di miliki. Apa lagi di era modernisasi seperti sekarang ini teknologi semakin mutakhir, kita harus bisa membuka wawasan berupa membangun jaringan seluas-luasnya selain di Muhammadiyah. “…lihat saja orang sepuh seperti Buya Safii, beliau yang cukup berumur saja masih terus menambah jejaring sosial dengan pihak luar…” ujarnya. Bagaimana dengan IMMawan dan IMMawati, apakah kita sudah cukup luas dan siap membangun jaringan sosial, baik terhadap pihak dalam maupun pihak luar??? Buktikan kita sanggup!(benny dwi a,imm komsat fkm uad).

Sabtu, 02 April 2011

MAKALAH IMM (PENGARUH GLOBALISASI)


KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikkum  . . . .wr . . . .wb
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah dengan judul “pengaruh globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme”
Sholawat dan salam tidak lupa penyusun limpahkan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, karena berkat jasa-jasa beliaulah penyusun mampu berkarya seperti sekarang ini.
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenihi salah stu persyaratan untuk ikut serta dalan DAD yang diadakan oleh IMM Zona Tiga Universitas Ahmad Dahlan.
 Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Amiin

Yogyakarta, 23 juli 2010

  Penyusun



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Kta Pengantar
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Globalisasi Dan nasionalisme
B.     Pengaruh Globalisasi terhadap nilai-Nilai Nasionalisme
BAB II PENUTUPAN
KESIMPILAN 
DAFTAR PUSTAKA 

BAB I
PENDAHULUAN
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.
Rumusan masalah
1.      Pengertian Globalisasi dan Nasionalisme?
2.      Pengaruh Globalisasi terhadap nilai-nilai Nasionalisme?
Tujuan
Mengetahui dampak dari globalisasi terhadap nilai-nilai nasionalisme

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Globalisasi dan Nasionalisme
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.


B.     Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme
            Menurut pendapat Krisna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang. internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar  luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
·         Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1.      Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
2.      Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
3.      Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
·         Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1.      Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
2.      Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
3.      Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
4.      Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
5.      Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.


BAB III
PENUTUPAN
KESIMPILAN
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia.
·         Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1.      Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis.
2.      Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara.
3.      Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan IPTEK.
·         Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1.      Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran.
2.      Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia.
3.      Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
4.      Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin.
5.      Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga.
DAFTAR PUSTAKA
Permatasari,2009, Pengaruh globalisasi Terhadap nilai-nilai nasionalisme, http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=8&jd=Pengaruh+Globalisasi+Terhadap+Nilai-Nilai+Nasionalisme&dn=20090607183541, Yogyakarta.
Wikipidia,2010, NASIONALISME, http://id.wikipedia.org/wiki/Nasionalisme, Yogyakarta
Wikipedia,2010,GLOBALISASI, http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi, Yogyakarta.
Warta mini, 2008, pengaruh Globalisali Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme, http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=7124, Yogyakarta
Krisna,2005, Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang. internet.public jurnal.september 2005


Jumat, 01 April 2011

Proposal Pelantikan


 Contoh pembuatan proposal.....

A.     NAMA KEGIATAN
Pelantikan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Periode 2010-2011.

B.       TEMA KEGIATAN
Dengan kebersamaan mengaktualisasikan nilai-nilai IMM dalam kehidupan kader, kita wujudkan akademisi Islam yang berakhlak mulia

C.      DASAR PEMIKIRAN
Komitmen merupakan kesepakatan untuk melakukan sesuatu kontrak. Dimana suatu kontrak tersebut akan berjalan stabil jika seorang yang menjalankan suatu kontrak tersebut memegang penuh komitmen yang disepakati dari awal bermulanya kontrak berlangsung. suatu hal yang tidak akan pernah bisa lepas dari kehidupan, karena jika tidak ada seorangpun yang bisa berkomitmen atau punya komitmen maka kehidupan seorang insan akan tidak terarah dan berjalan labil seperti kapal ditengah badai lautan yang terombang - ambing untuk mencapai kestabilan arah angin. Contoh terdekat yang bisa kita lihat dalam kehidupan sehari – hari, ketika seorang insan tidak mengetahui dia akan kemana didunia ini, dia akan melakukan apa didunia ini, bahkan dia tidak tahu dia hidup untuk siapa.
Kesadaran merupakan hal mutlak yang seharusnya terkandung dalam setiap relung hati seorang insan. Namun, pada kenyataannya sikap sadar kurang tertanam dalam setiap kehidupan manusia, terutama sikap sadar akan keadaan individu pribadi, jika rasa sadar tidak benar - benar terpatri dalam hati tidak akan mampu seorang individu menyelesaikan suatu problematika kehidupan bermasyarakat dan pribadi. kehidupan yang mudah untuk dilisankan tetapi sukar untuk ditegakkan. Hal ini dikarenakan kesadaran tidak hanya diterapkan pada sendi-sendi terkecil dalam kehidupan seorang insan, melainkan juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Organisasi ialah suatu kapal bagi beberapa orang yang mempunyai tujuan yang sama untuk menyebrangi suatu lautan. Tujuan tersebut tidak akan terealisasi tanpa hadirnya komitmen dan adanya kesadaran pada tiap individu yang tergabung dalam organisasi tersebut misalnya, seoarang individu harus sadar bahwa dia akan menyebrangi suatu lautan yang sangat membahayakan jiwanya dan penumpang lainnya dan agar mereka selamat sampai  pulau tujuan, sekelompok manusia  tersebut harus punya kontrak untuk mengamankan diri mereka sendiri, seperti tidak diperbolehkan melakukan hal–hal yang bisa membahayakan jiwa mereka, dan sebagainya. Di dalam organisasi, peraturan – peraturan tersebut dimaksudkan untuk tetap menjaga komitmen kader dalam mencapai tujuan tujuan organisasi dengan suatu gerakan. Gerakan tersebut dapat dibangun  jika tiap individu memiliki komitmen yang tinggi dan rasa sadar yang dalam.

D.      TUJUAN
Melantik Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta periode 2010-2011

E.       PESERTA
Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta periode 2010-2011

F.       PELAKSANAAN
Hari, tanggal        : Sabtu, 5 Februari 2011
Waktu                  : 13.00 – 17.30 WIB
Tempat                 : Ruang 203 Kampus III UAD

G.      SUSUNAN ACARA
Terlampir

H.      ANGGARAN DANA
Terlampir

I.         PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat dan disampaikan kepada semua pihak sebagai informasi awal sekaligus menjadi pedoman dalam kegiatan ini.
Atas perhatian dan kerja sama Bapak. Kami ucapkan terimakasih.
Billahi fii sabililhaq, Fastabiqul khairat

PENGESAHAN PROPOSAL KEGIATAN
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
KOMISARIAT FARMASI
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN


Nama Kegiatan:
Pelantikan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta


                                                                                          Yogyakarta, 21 Januari 2011

Ketua Umum



Farid Zuhdi
  Sekretaris Umum



Nur Latifah Fitri AM

Mengetahui
Ketua KORKOM UAD



Erizal



Lampiran 1

SUSUNAN ACARA
PELANTIKAN PIMPINAN KOMISARIAT
IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
YOGYAKARTA


Pelantikan
Hari, tanggal
Waktu
Kegiatan
                       
13.00 – 13.30
Persiapan Pembukaan
13.30 – 14.00
Opening ceremony
1.    Pembukaan
2.    Kalam Illahi
3.    Mars Muhammadiyah dan Mars IMM
14.00 – 14.30
Pelantikan IMM Komisariat Farmasi UAD
14.30 – 15.30
Sambutan
1.    Ketua IMM Komisariat Farmasi UAD periode 2009 – 2010
2.    Ketua IMM Komisariat Farmasi UAD Periode 2010-2011
3.    Pimpingan Cabang Djasman Al-Kindi
4.    Pembina IMM Kampus III UAD
5.    Dekan Fakultas Farmasi UAD
15.30 – 16.00
Ishoma
16.00 – 17.00
Studium General
17.00 – 17.30
Penutupan



Lampiran 2

ESTIMASI DANA

1.      Pemasukan:
Dana Kampus                                                                       Rp613.500,00

2.      Pengeluaran:
Kesekretariatan
a.       Pembuatan Proposal                                                      Rp  15.000,00
b.      Pembuatan LPJ                                                              Rp  15.000,00
c.       Surat Menyurat                                                              Rp  16.000,00
Sie Acara
Fee Pembicara                                                                      Rp  50.000,00
Jas IMM                                                Rp75.000 x 3         Rp225.000,00
Sie HPT/PDD
  Dokumentasi                                                                       Rp  30.000,00
Sie Konsumsi
a.       Snack Pembicara dan Undangan     Rp5.000 x 35        Rp175.000,00
b.      Snack Peserta                                    Rp3.500 x 25       Rp  87.500,00
 

TOTAL                                                                              Rp613.500,00